Dulu,
Saya selalu menganggap anda orang baik, orang terbaik yang pernah saya kenal.
Dulu,
Saya selalu menganggap anda teman, teman terbaik yang pernah saya kenal.
Dulu,
Saya selalu ingin bisa menjadi seperti anda.
Tapi itu dulu,
Duuluuu,
Sebelum anda merusak kepercayaan saya.
Sebelum anda menyia-nyiakan kesempatan kedua anda.
Sebelum anda membuang kesempatan ketiga yang anda miliki.
Sebelum anda melakukan kembali kesalahan yang anda bilang amat anda sesali itu.
Sebelum anda membeberkan rahasia-rahasia saya yang dengan senang hati saya bagi dengan anda.
Sebelum anda membeberkan rahasia kita, orang-orang yang menganggap anda teman -sahabat- terdekat.
Sebenarnya,
Saya tidak pernah berhenti mengharapkan anda ada di sini.
Ada di sisi saya sebagai teman.
Tapi apa yang saya dapat?!
Saya pikir anda mengenal saya.
Saya pikir anda tahu, kalau saya tidak pernah bisa memaafkan orang yang membohongi saya.
Saya pikir anda tau, kalau saya tidak pernah bisa memberi kesempatan pada siapapun yang telah membohongi saya.
Saya pikir anda tau, kalau saya orang yang susah untuk memaafkan.
Ternyata tidak.
Anda tidak mengenal saya sedikitpun.
Mungkin keputusan anda untuk berhenti jadi teman saya adalah keputusan yang paling bijak.
Saya rasa anda benar, kita memang tidak cocok menjadi teman.
Walaupun awalnya sulit bagi saya untuk menerima kenyataan ini.
Tapi,
Setelah saya ingat kembali apa yang telah anda lakukan, saya bisa menerima ini.
Bahkan saya bersyukur anda mengatakan bahwa anda bukan teman yang baik untuk saya.
Jadi saya tidak perlu mengatakan bahwa saya tidak bisa menjadi teman anda lagi.
Inilah yang terbaik untuk kita!
No comments:
Post a Comment